Pages

Thursday, September 15, 2011

buat dulu, jangan asyik menulis~


"It has been reported that the Prophet (peace be upon him) said, "A man will be brought on the Day of Judgement, and he will be thrown into Hellfire, so that his intestines will come out, and he will go around like a donkey goes around the millstone. The people of Hellfire will gather around him and say, 'O so and so! What happened to you? Did you not used to order us with good and prohibit us from evil? ' He will say, 'I used to order you with good and not do it myself; and I used to prohibit you from evil and do it myself'"

-Bukhari and Muslim


kukenali seorang insan yang banyak kata-katanya.
kata-katanya kadang2 penuh hikmah
kadang2 nya penuh dengan nasihat tak kurang juga motivasi harian
tapi kata-katanya tidak didahulukan dengan aksinya
itu lah si dia, si aku, dan si mereka yang kadang2 menulis, tapi lupa untuk melakukannya dahulu

kita jangan hanya mampu berkata-kata sedangkan tubuh masih belum melakukan aksinya
hanya menasihati orang lain, tapi badan tidak bergerak menjalankan ertinya

kelak di akhirat pabila ditanya Allah swt bukti kata-kata dan penulisan kita
mampukah berdiri gagah untuk menjawab seperti tangan kita yang gagah asyik menulis?
astaghfirullah. astaghfirullah. astaghfirullah.

doakan kita, doakan sahabat kita, semoga mereka jujur dan amanah dalam penulisan dan kata-kata yang keluar dari mulut kita.

*kepada semua blogger yang rajin menulis, lakukan aksinya dahulu dan jangan hanya menasihati orang sedangkan diri sedang bergoyang kaki tidak melakukan seperti yang diucapkan*

dari : refleksi blogger

4 comments:

Rabi'ah Al Adaweeyah said...

assalamu'alaikum wbt..

hehehe^^ terjumpa blog krun la..

umm.. takut baca entry krun yg nih.. terkena batang hidung sendiri..

takutnya.. moga Allah sentiasa bimbing hati-hati kita! amin..

Rabi'ah Al Adaweeyah said...

lupa nak cakap, ni kak wee.. hehe^^

kruN.ch said...

eheh smpai ke sini ye k.weee? :PPPPPPP sama2 doakan ^^

Anonymous said...

“Penulis sejati memang menulis dirinya. Tetapi dia juga manusia… yang punya kekuatan dan kelemahan, kebaikan dan keburukan, pada hal khalayak pastinya inginkan yang baik-baik dan indah-indah sahaja. Lalu dia terus bermujahadah… menulis kebaikan sekalipun belum sepenuh dimilikinya dan dia akan “memendamkan” kejahatan dengan penuh kesedaran bahawa dia sedang berjuang untuk membuangnya. Dia ingin menghidangkan yang terbaik tanpa menjadi seorang munafik!” (Ustaz Pahrol)